RSS

Mewujudkan Surabaya Eco 2 City

06 Jul



Pemerintah Kota Surabaya menggelar Diskusi membahas tentang Green Public Space and Urban Planning dengan MR. Daniel J. Glenn sebagai Native dan Sustainable Architect dari Amerika Serikat.di ruang pola lantai 3 BAPPEKO pada hari kamis 30 juni 2011.

Dalam diskusi tersebut hadir juga beberapa undangan diantaranya dari pegiat lingkungan, akademisi. Acara ini dibuka Asisten Perekonomian Pembangunan serta Konsulat Amerika Serikat di Surabaya, Kristen J. Bauer. Diskusi ini merupakan bagian kepedulian dari Walikota Surabaya Ir Tri risma Harini untuk mewujudkan Surabaya Eco 2 City yaitu pembangunan kota yang memperhatikan keseimbangan antara aspek Ekonomis dan Ekologis.

Dalam paparannya, Daniel menjelaskan desain pembangunan gedung harus sesuai dengan tradisi dan lingkungan kota setempat, ramah lingkungan serta dapat beradaptasi dengan iklim, misalnya cuaca, arah angin, suhu dan kelembapan udara. Bangunan harus merefleksikan nilai-nilai tradisi budaya lokal, tambahnya. Selain itu pembangunan suatu gedung harus memenuhi standar Green Building Rating System yang mensyaratkan effisiensi, kualitas lingkungan dan menggunakan material/resources lokal. Perencana gedung yang tidak mempunyai sertifikasi green architecture tidak boleh merencanakan gedung.

Daniel juga menyarankan kota Surabaya membuat Preview Design dan di komunikasikan ke masyarakat agar publik mengetahui arah pembangunan yang berwawasan lingkungan. perlu pula dibentuk Green Community di masyarakat agar memahami konsep pembangunan berwawasan lingkungan, serta perlu sering diadakan “Community Design Workshop” yang merupakan ajang bertukar pendapat di kelompok-kelompok masyarakat. Daniel mencontohkan pembangunan perumahan di Montana dan Oackland dengan konsep pembanguinan ‘Solar Village’.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya sendiri sudah mulai menerapkan Green Building dalam pembangunan fasilitas publik di sektor transportasi yaitu pembangunan yang ramah lingkungan dengan konsep efisiensi energi dalam design/arsitektur bangunan , dengan mengurangi penggunaan listrik, AC , memperbanyak ruang terbuka dan menggunakan energi alternatif (solar cell). “beberapa terminal di Surabaya juga sudah menerapkan 3R yaitu reused, reduced dan recycled” Ujar Irvan Wahyudrajad, Kabid Sarana Prasarana Transportasi yang hadir dalam acara tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya taman, public area dan open space di terminal-terminal serta adanya komposter daur ulang sampah, tambahnya.[lil]

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in Agenda, surabaya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: