RSS

Penggunaan BBG untuk Angkutan Umum di Kota Surabaya

23 Dec

Penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai alternatif pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk sektor transportasi saat ini mulai dihidupkan kembali. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat berupaya untuk mensosialisasikan program penggunaan BBG untuk transportasi khususnya angkutan umum/ mikrolet.

Penggunaan BBG untuk transportasi dalam rangka peningkatan pemanfaatan gas bumi ini juga ditunjang dengan bantuan Conversion Kit sebanyak 445 unit dari Kementerian Perhubungan. “Saat ini baru 62 kendaraan/ angkutan umum yang dipasang Conversion Kit”, tutur Kepala Seksi Angkutan Darat Dinas Perhubungan Kota Surabaya Endri Sutjahjo, A.md LLAJ,ST,MM.

Secara teknis kinerja mobil ber-BBG tersebut didukung oleh conversion kit, peralatan yang memungkinkan mobil bergerak dengan bahan bakar gas. Pertama, gas dimasukkan ke tabung melalui wadah pengisian. Lalu, BBG disalurkan ke tangki gas di tubuh mobil. Setelah tekanannya diturunkan, gas – dengan suatu cara – bercampur dengan udara, yang lalu masuk ke mesin untuk dibakar. Tetapi, dengan suatu cara pula, kendaraan ber-BBG dapat kembali menggunakan BBM.Dengan alat conversi ini, mobil atau motor bisa bekerja secara dual switch, yaitu apabila tidak ada BBG, maka ia bisa kembali menggunakan premium.

“Dalam pemasangan alat conversi tersebut, kami sudah menunjuk bengkel yang dapat membantu pemasangan alat itu”, tambah Endri Sutjahjo.

Keuntungan penggunaan BBG untuk transportasi yang dapat kita rasakan bersama adalah udara akan jauh lebih bersih karena proses pembakaran berjalan lebih sempurna (dengan Oktan 104 pada propane). Manfaat lain yang dapat juga dirasakan yaitu subsidi BBM yang selama ini kita nikmati dapat dialihkan untuk kebutuhan lainnya karena Indonesia dinilai masih memiliki jumlah cadangan gas yang mencukupi.

BBG merupakan bahan bakar ramah ligkungan, sebagaian besar (sekitar 85%) komponen gas bumi yang telah dimurnikan ini terdiri atas gas metana dan etana. Selebihnya adalah gas propana, butana, pentana, nitrogen, dan karbondioksida. BBG lebih ringan dari udara, dan mempunyai nilai oktan 120.

 
1 Comment

Posted by on December 23, 2010 in Uncategorized

 

One response to “Penggunaan BBG untuk Angkutan Umum di Kota Surabaya

  1. hebi

    February 23, 2011 at 1:08 am

    kegiatan dan kebijakan pemkot yang berwawasan lingkungan dan seperti ini harus konsisten dan berkelanjutan, jangan menjadi program sesaat

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: